Perawatan Luka Pada Diabetik Gangren

Salah satu komplikasi dari penyakit diabetes melitus adalah gangren. Tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan aliran darah tidak lancar terutama di daerah ujung-ujung kaki sehingga suplai nutrisi untuk saraf terganggu yang menimbulkan rasa baal atau tidak terasa bila ditekan atau disentuh. Hal ini akan menyebabkan mudahnya kaki terluka akibat tersandung t

anpa rasa sakit, dan biasanya penderita baru sadar akan adanya luka bila luka tersebut sudah berbau busuk. Inilah yang disebut gangren dimana pada luka sudah terjadi kematian jaringan dan proses pembusukan dari bakteri anaerob yang menghasilkan gas.

Untuk perawatan luka angren dapat mengikuti langkah sebagai berikut :

1. Cucilah luka menggunakan cairan H2O2 (peroksida) yang dapat dibeli di apotik. Cucilah pelan-pelan hingga berbusa. Busa ini adalah oksigen yang terlepas dari cairan tersebut yang berfungsi untuk membunuh kuman anaerob.

2. Bilaslah luka menggunakan air bersih kemasan hingga busa bersih.

3. Keringkan luka menggunakan kassa steril, lalu tutup luka menggunakan kassa streil yang kering.

4. Basahi permukaan kassa steril tersebut menggunakan Synergy Liquid Chlorophyll pagi dan sore.(penggantian perban dan kassa steril hanya sekali sehari)

5. Untuk hasil maksimal harus tetap mengkonsumsi obat medis untuk diabetes dan antibiotik untuk infeksi luka yang sudah didapat dari dokter atau rumah sakit, serta menggunakan produk Synergy Worldwide lainnya yang dapat membantu penyembuhan luka seperti Noni Plus, Colostrum, ataupun Garlic.

Biasakan sebelum dan sesudah mengganti perban untuk cuci tangan terlebih dahulu. Berubahnya warna kulit disekitarnya dari kehitaman menjadi merah muda pucat pertanda baik untuk luka tersebut. Dimana daerah berwarna merah muda pucat adalah daerah tempat regenerasi sel.