LIKE FOR VOTE ME...

Cara Mencegah Penuaan Dini

Teori tentang penyebab penuaan

Agar bisa mencegah penuaan dini tentunya terlebih dahulu kita harus memahami bagaimana terjadinya proses penuaan pada manusia.
Penuaan (aging) adalah proses alami yang ditandai dengan menurunnya kondisi fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan ini secara umum berpotensi menimbulkan masalah kesehatan badaniah, dan secara khusus menimbulkan masalah kesehatan jiwa pada lansia. Ada beberapa teori yang menjelaskan terjadinya proses penuaan, namun ‘teori radikal bebas’ merupakan teori yang paling populer dan banyak diterima dalam bidang kesehatan. Dengan itu dikenal pula istilah “antioksidan” sebagai lawannya radikal bebas.
Penuaan adalah proses akumulasi perubahan-perubahan merugikan dalam sel dan jaringan tubuh seiring dengan bertambahnya usia sehingga meningkatkan resiko timbulnya penyakit dan kematian. Proses penuaan dipengaruhi oleh banyak faktor: gaya hidup, pola makan, kondisi lingkungan, dan sisa metabolisme dalam tubuh. Dengan bertambahnya usia, produk hasil dari oksidasi-oksidasi lipid, asam nukleat, protein, gula, dan sterol semakin meningkat jumlahnya. Jadi proses penuaan berhubungan dengan radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS, reactive oxygen species).
ROS dan radikal bebas lain tidak hanya eksogen (berasal dari luar tubuh) tapi juga diproduksi secara alamiah di dalam tubuh (endogen). Sumber radikal bebas eksogen: polusi lingkungan, akibat irradiasi ultra violet sinar matahari, radiasi sinar X, serta makanan dan minuman yang tidak menyehatkan (mengandung residu pestisida, bahan pewarna & pengawet bukan untuk pangan, asam lemak jenuh, asam lemak trans).
Radikal bebas endogen terutama berasal dari proses respirasi sel. Di dalam sel-sel tubuh, oksigen yang esensial bagi kehidupan ini bekerja melalui mekanisma reaksi kompleks berurutan yang menghasilkan radikal oksigen dan radikal bebas lainnya, yang bila tidak terdapat sistem antioksidan yang baik, akan meracuni & merusak elemen vital sel-sel tubuh. Praktisnya, semua penyakit yang menimpa manusia menyangkut oksidasi pada tingkat subseluler dari sel, apakah sebagai penyebab atau sebagai fenomena yang mengikutinya. Selanjutnya jaringan tubuh akan rusak, dan merupakan sebagian atau keseluruhan gejala patologi. Beberapa penyakit degeneratif dimana radikal bebas (reaksi oksidasi) berperan sebagai faktor penyebabnya antara lain: penyakit diabetes, ginjal, kardiovaskuler, dan kanker.



Populasi yang paling terancam kesehatan dan jiwanya karena hidup dalam kondisi yang pro-oksidatif adalah orang-orang yang: mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang dan menyehatkan, konsumsi berlebihan lemak hewan, asam lemak jenuh dan asam lemak trans; konsumsi berlebihan makanan yang diawetkan/diasap, minuman beralkohol, merokok, kurang mengkonsumsi sayuran & buah-buahan, terkena paparan polusi dari lingkungan.
Secara alami tubuh manusia memiliki sistem pertahanan terhadap pengaruh buruk radikal bebas, baik berupa enzim-enzim antioksidan maupun senyawa-senyawa kimia yang bersifat antioksidan. Tapi sistem pertahanan tersebut perlu dijaga keberadaannya maupun potensinya, antara lain dengan gaya hidup yang baik, pola makan yang baik (cukup asupan nutrisi dan antioksidan) disertai aktivitas fisik yang cukup.

Kekurangan gizi pada manusia lanjut usia (lansia)

Walaupun keperluan energi menurun seiring dengan bertambahnya usia, tapi kebutuhan akan zat-zat gizi justru meningkat, yang dibutuhkan untuk mempertahankan kinerja sistem organ tubuh yang fungsinya telah menurun. Masalah gizi yang dihadapi lansia berhubungan dengan telah menurunnya aktivitas fisiologis tubuhnya. Berkurangnya massa otot menyebabkan metabolisme basal pada lansia menurun sekitar 2% pertahun, metabolisme basal pada lansia telah menurun sekitar 15 – 20%, demikian juga aktivitas fisiknya, sehingga kebutuhan akan energi lebih rendah dibandingkan sewaktu masih muda. Dengan bertambahnya usia, kemampuan usus untuk menyerap zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi menurun, fungsi dan motilitas lambung juga menurun. Perubahan fisiologis lainnya yang terjadi adalah menurunnya fungsi ginjal dan meningkatnya jumlah mineral kalsium yang hilang dari jaringan keras (tulang dan gigi).
Konsumsi energi dapat diturunkan dengan cara mengurangi konsumsi lemak, karena dalam jumlah yang sama lemak menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan protein atau karbohidrat. Konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula juga harus dikurangi, karena gula tidak memberikan rasa kenyang sehingga dikuatirkan akan mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Untuk pengganti lemak sebagai sumber energi dapat diberikan karbohidrat kompleks seperti yang terdapat pada serelia, umbi-umbian, beras merah. Sedangkan sebagai pengganti gula dapat diberikan pemanis buatan yang aman.
Hindari kegemukan pada lansia dengan cara menyeimbangkan jumlah energi yang masuk dari makanan dengan energi yang digunakan untuk melakukan aktivitas, terutama pada lansia yang menderita penyakit jantung, hiperlipidemia, tekanan darah tinggi, diabetes atau arthritis; karena kegemukan akan memperberat penyakitnya, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Program detoksifikasi DETOX YOUR BODY dapat dipertimbangkan sebagai solusi mencegah atau mengatasi kegemukan.

Konstipasi pada lansia

Masalah lain yang dihadapi lansia adalah kesulitan buang air besar (konstipasi). Serat makanan terbukti dapat mencegah dan menyembuhkan masalah tersebut. Sumber serat makanan yang baik adalah sayur-sayuran, buah-buahan, dan serelia utuh (whole grain). Sumber serat makanan lainnya adalah suplemen serat serta produk pangan lain yang telah diperkaya dengan serat makanan.
Salah satu produk Synergy yang dapat memberikan masukan serat makanan kualitas tinggi adalah NutriBurst
Lactose intolerance (tidak toleran terhadap produk susu) pada lansia
Masalah lain yang dihadapi lansia adalah lactose intolerance, yaitu terjadinya diare setelah minum susu. Penyebabnya adalah karena produksi enzim laktase oleh usus telah berkurang. Enzim ini diperlukan untuk memecahkan gula susu (laktosa). Akhirnya lansia enggan minum susu, padahal susu penting sebagai sumber kalsium, protein bermutu tinggi, vitamin B2 (riboflavin) dan zat-zat gizi lainnya. Untuk mengatasi masalah ini dapat diberikan produk-produk olahan susu terfermentasi seperti yoghurt, kefir, atau keju. Produk-produk olahan susu tersebut rendah kadar laktosanya sehingga tidak akan menimbulkan diare.
Sumber kalsium, magnesium dan vitamin D yang dianjurkan adalah Calcium Mag dari Synergy.

Konsumsi protein pada lansia

Walaupun massa otot lansia telah jauh berkurang dibandingkan sewaktu masih mudanya (mengalami sarkopenia); ini tidak berarti bahwa konsumsi protein juga harus dikurangi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuhnya lansia memerlukan asupan protein yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa muda. Anjuran konsumsi protein untuk orang dewasa adalah sekitar 1 gram/kg berat badan/hari. Beberapa ahli gizi dan kesehatan merekomendasikan, untuk lansia sebaiknya asupan proteinnya ditingkatkan sebesar 12 – 14% dari porsi untuk orang dewasa muda. Tapi harus diingat bahwa fungsi ginjal pada lansia telah menurun, oleh karena itu jumlah konsumsi proteinnya harus optimal dan tidak boleh berlebihan agar kinerja ginjal untuk membuang urea sisa metabolisme protein tetap minimal. Juga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol, dan menggantinya dengan protein nabati misalnya kacang-kacangan atau ikan.
Suplemen Maximum Protein dari Synergy dapat dipertimbangkan sebagai sumber asupan protein berkualitas tinggi dan asam lemak esensial (asam linoleat) yang juga memiliki manfaat untuk mempertahankan massa otot.

Konsumsi lemak dan vitamin pada lansia

Selain sebagai sumber energi, dalam tubuh manusia lemak juga berfungsi sebagai sumber atau pelarut vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (vitamin-vitamin A, D, E, K) dan pro-vitamin A (karoten) serta sebagi sumber asam-asam lemak esensial (asam linoleat dan alfa-linoleat). Oleh karena itu konsumsi lemak/minyak pada lansia jangan dihindarkan, tapi perlu dibatasi. Tubuh manusia dewasa hanya memerlukan konsumsi asam-asam lemak esensial sekitar 2 – 3% dari total energi yang dibutuhkannya. Sumber-sumber asam lemak esensial tersebut adalah minyak kedelai, minyak jagung, minyak zaitun, dan minyak biji bunga matahari. Disarankan agar jumlah total konsumsi lemak/minyak dibatasi sampai sekitar 20% dari total energi yang dikonsumsi (sekitar 50 gram perhari).
Konsumsi lemak jenuh maupun lemak trans serta produk-produk yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol LDL dalam darah. Jadi walaupun peningkatan kadar tigliserida dan kolesterol LDL tersebut bukan merupakan satu-satunya penyebab timbulnya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, namun pengurangan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, lemak jenuh, dan lemak trans sangat dianjurkan bagi lansia. Konsumsi lemak tidak jenuh dalam jumlah tinggi juga ternyata membahayakan kesehatan karena dapat meningkatkan kadar radikal lipid dalam tubuh sebagai hasil oksidasi lemak tak jenuh itu dalam tubuh. Karena itu konsumsi lemak tak jenuh harus selalu disertai dengan konsumsi vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Umumnya para lansia juga kurang mendapat asupan vitamin A, B1, B2, B6, niasin, folat, vitamin C, D, dan E. Kurangnya asupan vitamin-vitamin tersebut disebabkan karena dibatasinya konsumsi makanan.
Mineral-mineral yang sangat dianjurkan dikonsumsi lansia adalah kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, seng, serta iodium. Mineral mikro seperti kromium, tembaga, fluorida, mangan, molibdenum, dan selenium juga dianjurkan untuk lebih banyak dikonsumsi. Masalah defisiensi mineral yang paling menonjol adalah adalah kekurangan kalsium yang dapat mengakibatkan kerapuhan tulang (osteoporosis), dan defiensi zat besi yang dapat menyebabkan anemia. Susu merupakan sumber kalsium yang baik bagi lansia, sedangkan kebutuhan akan zat besi sebaiknya dipenuhi dari bahan pangan hewani misalnya daging unggas dan ikan.
Suplemen NutriBurst dari Synergy adalah sumber vitamin-vitamin dan mineral-mineral yang sangat dibutuhkan tersebut, disamping mengandung serat makanan, sangat dianjurkan dikonsumsi oleh para lansia untuk mencukupi kebutuhannya.
Suplemen Liquid Chlorophyll dan Spirulina produk Synergy dapat mencegah anemia.
Suplemen Calcium Mag dari Synergy adalah sumber kalsium dan magnesium yang paling baik dan seimbang.

Mengapa lansia harus banyak minum air putih

Sebagian besar lansia mengurangi minum air putih maupun minuman lainnya dengan berbagai alasan seperti rasa mual setelah minum susu, keasaman sari buah yang mengganggu lambungnya, dan karena memang tidak suka air putih. Kenyataan sebenarnya menunjukkan bahwa keengganan tersebut lebih disebabkan karena keengganan untuk terlalu sering kencing dan takut ngompol karena telah menurunnya kontrol terhadap kandung kemih. Padahal orang dewasa, seperti halnya para lansia, dianjurkan minum sebanyak 2 – 2,5 liter cairan perhari. Cairan sangat diperlukan oleh tubuh antara lain untuk menggantikan cairan yang hilang (melalui keringat, air seni, uap pada pernapasan), meregulasi suhu tubuh, membantu pencernaan makanan, serta membersihkan ginjal.

Radikal bebas dan ROS sebagai penyebab penuaan

Dengan telah diidentifikasinya bahwa penuaan disebabkan oleh radikal bebas dan ROS, maka penuaan tersebut dapat diperlambat munculnya dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung antioksidan.
Vitamin antioksidan yang paling baik dikonsumsi adalah vitamin E, C, dan A; kemudian antioksidan yang berasal dari sayuran dan buah-buahan seperti klorofil, flavonoid, dan karotenoid.
Chlorophyll adalah suplemen dari Synergy yang merupakan sumber asupan klorofil yang paling baik karena terbuat dari klorofilin yang mudah diserap tubuh.
Produk Synergy yang merupakan sumber antioksidan yang paling banyak & baik adalah Noni Plus dan Mistica

Kesehatan kognitif pada lansia

Kesehatan kognitif umumnya menurun sejalan dengan proses penuaan. DHA (docosahexaenoic acid) merupakan asam lemak esensial bagi otak yang merupakan komponen sel-sel otak (membentuk dan memelihara membran sel). Penelitian menyatakan bahwa pemberian DHA bersama EPA dengan dosis 2 gram perhari dapat menghambat depresi, dementia (pikun), dan penyakit Alzheimer’s. Demikian juga pemberian phosphatidylserine (suatu fosfolipid yang terdapat dalam membran sel otak) dapat mengurangi resiko dementia. Pemberian suplemen asam folat juga dapat meningkatkan daya ingat, kemampuan untuk memproses informasi serta memperlambat laju age-related cognitive decline. Demikian juga pemberian suplemen selenium dapat memperlambat penurunan kesehatan kognitif akibat penuaan.
Suplemen Colostrum dapat membantu kesehatan kognitif pada lansia.

Berkurangnya massa tulang pada lansia

Proses penuaan akan diikuti oleh berkurangnya massa tulang dan ausnya persendian. Osteoporosis (kerapuhan tulang) banyak diderita oleh wanita postmenopause dan laki-laki berumur 60 tahun ke atas. Kalsium dan vitamin D sangat dibutuhkan untuk membentik tulang yang kuat dan sehat. Untuk meningkatkan penyerapan kalsium dalam usus, dianjurkan juga untuk mengkonsumsi suplemen prebiotik.
Glukosamin dan kondroitin sulfat adalah suplemen yang biasa digunakan untuk mengobati osteoarthritis dengan dosis masing-masing sebanyak 1500 mg dan 1200 mg perhari. Senyawa-senyawa ini berguna untuk menyembuhkan sakit lutut pada penderita osteoarthritis moderat sampai berat. Glukosamin merupakan building block protein yang disebut sebagai glycoaminoglycans, dimana tubuh menggunakannya untuk membentuk tulang rawan. Supplemen Joint Formula dari Synergy mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat, dilengkapi dengan bahan lain seperti methylsulfonylmethane (MSM) yang juga berkhasiat mengatasi nyeri sendi.
Suplemen Calcium Mag dari Synergy adalah sumber kalsium dan magnesium yang paling baik dan seimbang.

Kesehatan mata pada lansia

Penuaan menyebabkan menurunnya kesehatan mata yang disertai dengan timbulnya age-related macular degeneration, katarak, dan glaucoma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lutein (sejenis karotenoid) dengan dosis 10 mg perhari dapat meningkatkan macular pigment optical density dan mengurangi kondisi age-related macular degeneration tersebut. Lutein dan zeasantin merupakan pigmen tanaman yang bersifat antioksidan dan merupakan karotenoid yang terdapat dalam macula dan lensa mata.

Penyakit kardiovaskuler pada lansia

Lansia sangat rentan terhadap timbulnya penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab utama kematian pada lansia. Produk yang sekarang paling banyak digunakan untuk menjaga kesehatan jantung adalah serat makanan, protein kedelai, fitosterol, asam lemak omega-3, ubiquinone (CoQ10), resveratrol, dan vitamin D, serta selenium dan vitamin B6. Produk-produk tersebut mempengaruhi kesehatan jantung melalui mekanisme yang berbeda, seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol LDL, dan memperbaiki lapisan dalam pembuluh darah (endotelium).
NutriBurst dapat dipertimbangkan sebagai sumber yang lengkap untuk mendapatkan asupan serat makanan, protein kedelai, fitosterol, vitamin D, selenium dan vitamin B6.
Sedangkan Mistica sangat kaya akan fitosretol, antosianin, dan antioksidan.
Peptida dari susu (dairy peptides) yaitu lactotripeptides efektif untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.
Tetapi terapi paling utama dalam mencegah terjadinya hipertensi adalah dengan mengurangi asupan natrium/sodium (Na), yang sumber terbesarnya adalah garam dapur (Na Cl), MSG (monosodium glutamat) dan soda kue (Na-bikarbonat). Peptida dari whey ternyata juga bermanfaat untuk mempertahankan fungsi vaskuler.
Vitamin K2 adalah jenis vitamin K yang terlibat dalam metabolisme kalsium. Menurut penelitian, vitamin K2 ini diperlukan untuk mengaktivasi MGP (matric gla protein) agar dapat mencegah akumulasi kalsium pada dinding pembuluh darah (kalsifikasi arteri, pengapuran arteri), sehingga dapat mencegah pengerasan dan kerapuhan pembuluh darah.
Maximum Protein dari Synergy merupakan sumber protein whey yang sangat baik, yang patut dipertimbangkan untuk dikonsumsi.
Suplemen dari Synergy yang mengandung vitamin K2 adalah ProArgi-9
Sumber: ANTIOKSIDAN – kiat sehat di usia produktif  Oleh: Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, M.S
http://tipscarahidupsehat.com/cara-mencegah-penuaan-dini/

*__Hubungi Kami__*

INYOMAN ARDIANTA
- HP: # wa : +6281999650025
- BBM PIN: 650025Z
- Email : inyoman25@gmail.com
detox web

Hotline : +6281999650025 SMS Center / WA : +6281.999.650025 BB Messenger : 650025Z inyoman25@gmail.com